Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Mengintip Dunia Lewat Tulisan

HomebirurayaFeb 16, 2007
Selamat datang di dunia biru. Ini rumah maya saya yang kedua. Yang pertama adalah www.ciptabiru.wordpress.com. Di sini saya lebih banyak memposting buku-buku yang pernah saya baca. Itu pun kalo sempet dan lg pengin bikin resensinya. Pendek kalimat, ini tempat saya mencurahkan hobby saya, Membaca, Travelling, Menulis.

MusicDec 13, '09 8:34 AM
for everyone
Menyanyikan lagu ini selalu membuat bendungan di kedalaman kelopak mataku bobol. Ya Nurul Qolby ya...Allah..
Cahaya Hati Cahaya Hati Opick 

Blog EntryDec 13, '09 8:09 AM
for everyone
Wah, ternyata udah setahun lebih nggak diupdate blog ini. Terakhir update pas pengin novel Michael Crichton yang judulnya State of Fear. Alhamdulillah sekarang udah punya. Dua sekalian malah. Satunya yang judulnya Next.
Well, sepanjang setahun belakangan banyak hal terjadi. Senang, susah, ria, derita, tertawa, menangis, dan banyak hal lainnya. Umur makin berkurang, dan kedewasaan semakin bertambah.
Tahun ini hampir berakhir. Dan target-target baru mesti dibuat untuk segera diwujudkan. Menyempurnakan separuh agama, memulai merintis sekaligus mewujudkan cita-cita untuk mengantarkan ayah tercinta ke Baitullah dan hal-hal lain untuk membuat hidup lebih baik.

Photo AlbumairsoftgunOct 8, '08 1:59 PM
for everyone
airsoftgun
11 Photos
pas 17 an, main airsoftgun di bumi perkemahan kendalisada

Blog EntryOct 8, '08 1:28 PM
for everyone
Aku lagi pengin banget punya novel The State of Fear. Udah nyari kemana-mana, tapi belum juga nemu. Novel ini karangannya Michael Crichton dan terbit pertama kali tahun 2004 lalu. Tapi itu di negeri asalnya Amerika sono. Kalo di Indonesia, nggak tahu kapan edisi pertamanya terbit.
Gambar covernya kayak gini :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/1/1e/MichaelCrighton_StateOfFear.jpg
Novel ini menceritakan tentang teori global warming yang ternyat ahanya sebuah kebohongan. Data-data ilmiahnya katanya lengkap banget. Mulai dari meningkatnya lapisan Es di kutub Utara, penambahan tinggi laut yang cuma bertambah 15 senti sejak 100 tahun lalu dsb. Inilah yang menarik perhatianku.
Bayangkan, kalo data tersebut (meskipun belum diketahui kevalidannya) digabungkan dengan teori Planet X (planet Nibiru yang diyakini sebagai sodara kembarnya Matahari), ramalan bangsa Sumeria dan Inca (tentang kiamat di tahun 2012 terkait dengan pembalikan kutub magnet bumi), terus Krakatau-nya Simon Winchester dan teori konspirasinya zionis (untuk membentuk the new world order). Pasti bakal menghasilkan sebuah cerita yang sangat luar biasa. Apalagi ditambah dengan ramalan kebesaran Islam di akhir jaman.
Aku sudah bikin kerangka ceritanya, cuma lagi bingung mengumpulkan data tambahannya. Jadi, bagi siapapun yang punya informasi mengenai dimana buku ini bisa kudapatkan (kalo bisa si gratis. he..he...he...Nggak ding. Bayar juga aku mau. Sumpah) tolong kasih tau ya. Aku bikin sayembara aja kali ya. Pokoknya kalo yang menemukan itu cewek, aku jadikan permaisuri, kalo cowok, aku jadiin sodara (ha...ha...ha..., muntah iya, setuju kagak bakal).

Blog EntryOct 3, '08 3:52 PM
for everyone

Beberapa waktu lalu (aku kebetulan lupa satuan waktunya secara detil, apakah hari, minggu atau bulan, tapi yang jelas pas waktu khotbah jumat) aku mendengar ada seorang pemuda, (kaya aku-sepanjang yang dimaksud dengan pemuda adalah lajang dibawah umur 30 tahun...heee....hee...he..) dan mendapat julukan calon penghuni surga dari rosululloh.

Sahabat nabi pun (kalo nggak salah namanya Anas bin Malik ra) tentu penasaran dengan jaminan yang diberikan baginda nabi ini. "Kok bisa dia dijamin masuk surga?" tanyanya penasaran.

Dia juga protes, kenapa pemuda itu diberi julukan istimewa sebagai calon penghuni surga. Padahal menurutnya dirinya sholat berjamaah sama-sama, membaca Al-Quran sama-sama, sholat tahajud dan amalan-amalan lain sama-sama.

Nabi kemudian menjawab, "pemuda itu mempunyai satu kebiasaan yang tidak dilakukan oleh kalian semua,". "Apa kebiasaan pemuda yang beruntung itu ya Rosulalloh?" Jawab Rosul : "Dia selalu memaafkan semua kesalahan orang-orang di sekitarnya setiap akan tidur,"

Habis mendengar nasehat itu, aku termenung. Aku merasa malu. Betapa selama ini begitu banyak dendam yang kusimpan, bahkan ketika beranjak memejamkan mata.

Kebetulan sekarang masih lebaran. Maka aku ingin memaafkan semua kesalahan orang-orang yang ku kenal maupun yang tidak kukenal. Yang dengan sengaja atau pun tak sengaja berbuat salah padaku. Terutama Ayahku, sodara-sodara kandungku, dan sodara-sodara dari ayah dan ibuku (almh). Mari kita mulai saat ini dengan hati yang bersih dan tanpa dendam.

Meminta maaf itu memang baik. Tapi lebih baik lagi kalau kita lebih dahulu memberi maaf. QS. Asy Syuura 42:43. ”Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan“.

Meminta maaf mungkin tidakbisa kita lakukan secara menyeluruh. Kebayang kan, berapa biaya yang mesti kita keluarkan kalo kita harus meminta maaf pada semua orang yang kita kenal. Apalagi pada orang yang tidak kita kenal. Karena itu, langkah pro aktif dengan memaafkan semau kesalahan orang-orang di sekitar kita adalah lebih utama, tanpa menghilangkan perlunya meminta maaf tentunya.

Siapa tahu, kita bisa menjadi calon penghuni surga seperti yang disebutkan Nabi Muhammad SAW.


ReviewReviewReviewReviewApr 12, '08 11:34 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Darmadi Darmawangsa dan Imam Mumadhi
Judul Buku : Fight Like A Tiger, Win Like A Champion
Pengarang : Darmadi Darmawangsa dan Imam Munadhi
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : Kedelapan, Januari 2008
Tebal : 389 halaman + XXI
Asal Buku : Gratis dari Gramedia Purwokerto
Sukses dan gagal. Sebenarnya dua hal ini seperti dua sisi mata uang. Selalu bersama dan bahkan punya batas yang jauh lebih tipis dari batas antara dua sisi mata uang. Pertanyaannya adalah kenapa lebih banyak orang yang gagal dari pada yang sukses?
Pada dasarnya setiap orang memiliki kemungkinan dan kesempatan untuk meraih kesuksesan. Dalam proses pencapainnya ada harga atau resiko yang harus dibayarkan. Kebanyakan orang kadang memilih untuk berjalan di batas aman dengan menekan sekecil mungkin resiko yang mungkin ditanggungnya. Bahkan sebagian besar lainnya memilih meniadakan resiko dan membatasi diri dengan berpuas diri dengan apa yang sudah didapatnya saat ini.
Menjadi sukses ternyata sangat tergantung pada pola pikir dan keyakinan seseorang. Memiliki modal berupa harta dan kepandaian mungkin akan mendukung sebuah kesuksesan. Namun ternyata itu bukan segalanya. Justru yang lebih utama adalah memiliki keyakinan dan kepercayaan bahwa kita bisa sukses.
Topik-topik yang membahas masalah positive thinking, positive energy dan sebagainya untuk mencapai kesuksesan mungkin telah banyak dibahas dalam buku-buku motivasi dan pengembangan diri. Fight Like A Tiger, Win Like A Champion hadir menjadi alternatif sekaligus pelengkapnya. Namun tentu buku ini tak akan menjadi best seller yang melesat angka penjualannya jika hanya mengupas tema yang sudah banyak di tulis banyak motivator dan trainer lain.
Fight Like A Tiger, Win LIke A Champion is asimple yet insightful book. Darmadi Dharmawangsa & Imam present a verry pragmatic approach in personal succes principles. Demikian diungkapkan Bob Urichuck, pengarang buku laris Online for Life di dalam testimoninya di buku ini.
Ya. Buku ini memang tampil dengan gaya yang sangat nyaman untuk dinikmati. Baik dari segi pola penceritaan maupun lay out. Hermawan Kertajaya menganggap buku ini sebaga "Well structured! And Practical! oleh karenanya buku ini menurutnya cocok sebagai guide bagi orang yang ingin menjadi superstar.
Dari segi tata letak, buku ini juga memberikan kenyamanan saat membacanya. Apalagi di setiap halaman juga disisipkan kata-kata penumbuh motivasi yang berasal dari kata-kata orang bijak maupun orang sukses dengan tempat yang dipisahkan secara artistik.
Seperti penuturan pengarangnya, Darmadi Dharmawangsa dan Imam Munadhi, buku ini disusun dalam dua bagian yang saling melengkapi. Yakni terdiri dari bagian tubuh (body) dan jiwa (soul). Semangat bertempur seperti seekor macan (Fight Like A Tiger) menjadi tubuh buku ini. Karakter harimau konon dipilih karena sifatnya yang berani dan bersemangat setiap memburu mangsa. Harimau adalah raja hutan yang menduduki puncak rantai makanan. Dengan mengambil Harimau sebagai contoh karakter yang harus ditiru, dengan membuang sisi negatifnya, pembaca diajak untuk selalu bersemangat dalam menghadapi setiap tantangan atau bahkan dalam memburu setiap target.
Sebagai pelengkap, Darmadi dan Imam juga menambahkan semangat Win Like A Champion sebagai jiwa dari buku ini. Hal ini karena kehidupan sering kali tidak sempurna. Kebiasaan harimau yang mementingkan diri sendiri, sombong, rakus dan menghalalkan segala cara untuk mencapai puncak harus diimbangi dengan spirit seorang juara yang sportif.
"Sukses tidak akan bermanfaat jika semata-mata hanya diukur dengan parameter finansial. Padahal ada tujuan hidup lain yang sama pentingnya seperti menjalin hubungan dengan sesama manusia, keluarga, kesehatan raga, mental dan spiritual". Karena alasan inilah, Darmadi dan Imam melengkapi buku ini dengan spirit seorang juara.
Kelebihan utama dari buku setebal 389 ini adalah metode bercerita dan memberikan bukti melalui peristiwa-peristiwa sukses atau bahkan kegagalan sekalipun. Mungkin ini untuk mengantisipasi kebiasaan orang Indonesia yang kerap menginginkan bukti dulu sebelum mengikuti suara hati untuk sadar dan berubah.
Dengan runtut, Darmadi dan Imam menjelaskan bagaimana caranya membentuk sebuah kesadaran. Mulai dari membangunkan, berpikir, bangkit, berdiri dan kemudian melakukan aksi dengan sebuah langkah nyata. Uniknya, karena dibawakan dengan metode 'mendongeng' orang jadi tidak merasa digurui. Pembaca akan mengambil kesimpulan sendiri mengenai apa yang telah dilakukannya. Apakah itu salah atau benar. Jika salah, pembaca akan berpikir dan kemudian bertindak untuk memperbaikinya. Sementara jika langkah yang selama ini dirasakan sudah benar, pembaca akan tergerak membuat target yang lebih tinggi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.
Selengkapnya, Darmadi dan Imam merangkum aneka jurus dahsyat untuk menjadi sukses dalam delapan rahasia. Yakni The Power of Positive Attitude, The POwer of Belief, The Power of Goals, The Power of Failures, The POwer ov Motivasion, The Power of Awarenes dan Teh Power of Integrity serta The power of Consistent and Persistent Action.
Pada Januari lalu, buku ini sudah dicetak untuk kedelapan kalinya. Ini sudah cukup menjadi bukti bahwa buku ini memang sangat diminati oleh masyarakat. Buku ini direkomendasikan oleh banyak orang untuk menjadi teman dalam menyusun langkah awal untuk menuju ke arah sukses. Meski begitu, keputusan untuk menjadi seorang pemenang atau malah pecundang sangat tergantung pada keyakinan dan tindakan yang diambil oleh masing-masing orang.


ReviewReviewReviewApr 7, '08 8:41 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Comics & Graphic Novels
Author:Ary Risaf Arisandi
Nasib Buruk dan Kebodohan pun Bisa Jadi Lelucon

Judul Buku : DO Drop Out
Penulis : Ary Risaf Arisandi
Penerbit : Gagas Media
Tebal : viii + 190 halaman
Asal Buku : Lagi-lagi dikasih sama Gramedia Purwokerto

Nasib buruk dan kebodohan biasanya lekat dengan cerita sedih dan keprihatinan. Setidaknya itulah yang selama ini menjadi stigma di masyarakat kita. Tentunya stigma itu bakalan terus melekat bagi sebagian orang. Apalagi kalau orang itu tidak berkenalan dengan Ary Risaf Arisandi.
Di tangan pegawai BUMN ini, cerita buruk bisa jadi duit jutaan. Paling tidak dia sudah membuktikannya lewat novelnya DO Drop Out ini. Dengan mengeksploitasi kebodohan dan nasib buruk tokohnya, dia bisa mendapatkan untung lewat royalty yang mungkin bakal terus mengalir ke rekeningnya.
DO Drop Out berkisah tentang seorang mahasiswa yang nggak ketulungan bodohnya. Saking bodohnya, mata kuliah dasar saja dia harus mengulang sampai enam kali. Celakanya, dari keenam kali pengulangan itu, dia selalu mendapatkan nilai yang sama, yaitu E.
Kebodohan juga membuat Jemi, tokoh utama dalam novel ini, tak punya obsesi apapun. Tak punya tujuan hidup. Celakanya, hal itu sudah dilakukannya sejak SD dulu. Saat ditanya guru SD-nya tentang cita-cita, Jemi mengaku tak punya. Sang guru pun gemes dan mengharuskannya punya cita-cita seperti teman-temannya. Namun dengan cueknya, dia malah bilang ingin jadi suaminya Susi saja yang punya cita-cita sebagai pengusaha, meneruskan usaha bokapnya.
Ancaman drop out membuat Jemi sadar. Di awal bab, dia sudah menuliskan kebiasaan buruk yang ingin dihindarinya. Mulai dari mabuk minuman keras, bangun pagi sampai merokok. Namun setelah dicatatnya kebiasaan buruknya, besok paginya di tetap saja mengingkarinya. Kuliah jam 7 pagi, dia masuk jam 9 pagi.
Perjumpaan dengan Leah, teman kuliah yang sudah tamat S2 dari London Inggris dan sekarang menjadi dosennya memberinya untuk berubah. Apalagi, Jemi memang sempat naksir sama Leah. Namun pada saat yang sama juga hadir Doktor M. Dosen pengajar mata kuliah statistika yang sudah tua bangka namun punya semangat pantang mundur jika menginginkan sesuatu.
Kebutuhan akan nilai statistika untuk menjamin dirinya terhindar dari DO membuat Jemi nekat membuat perjanjian dengan iblis (maksudnya dengan Doktor M) yang ingin mendekati Leah. Dia pun berjanji memuluskan jalan Doktor M. Imbalannya, Jemi bakal dikasih nilai A untuk mata kuliah statistika.
Penulis berhasil membuat suasana perang batin di dalam diri Jemi menjadi peristiwa-peristiwa bodoh yang memaksa semua pembacanya harus membuka mulutnya sambil menahan perut karena terbahak-bahak. Misalnya saja adegan di rumah kopi saat ketiganya janjian ketemu. Leah tanpa bersalah malah mengajak Jemi belanja kado untuk bayi temennya.
Adegan di dalam toko pun bakal membuat perut kita menegang karena berkali-kali terbahak-bahak dengan gaya Jemi yang diplonco Leah. Dengan sadisnya, Leah menawar barang dan meminta persetujuan Jemi. Kalau Jemi bilang jelek, pelayannya dimarahi. Tapi kalau Jemi bilang bagus, dia langsung marah karena menganggap Jemi tidak punya perasaan akan seni. Sebaliknya, kalau Jemi bilang terserah, Leah juga bakal mendampratnay karena dinilai tidak punya pendirian.
Kerja ekstra keras (paling tidak itu menurut penilaian Jemi) dilakukan Jemi untuk mewujudkan impiannya tak di DO. Dia juga nekat pindah kos ke tempat yang lebih kondusif. Tapi dasar otaknya memang pas-pasan, diajarin sama anak kedokteran sekalipun, ilmu yang nyantel di kepalanya sangat sedikit.
Bahkan ketika Leah bersedia menjadi guru privatnya, Jemi tak juga bertambah pintar. Yang ada, dia malah harus bertengkar beberapa kali dengan Leah karena tak berhasil menerjemahkan isyarat cinta dari Leah.
Novel ini menggunakan bahasa dan kalimat yang smart khas dialog-dialog film-film holywood. Maksudnya, pembaca diberikan kebebasan menerjemahkan sendiri kelanjutan dari sebuah kalimat dengan imajinasinya. Kadang memang memerlukan waktu seper sekian detik sampai kemudian kita akan tertawa terbahak-bahak. Tapi mengingat tokoh utama dan para peran pembantunya yang berlatar belakang dunia akademik, maka sudah pasti novel ini memang ditujukan untuk kalangan yang tak jauh beda.
Artinya pemilihan logika berpikir dengan kalimat-kalimat khas holywood yang memancing imajinasi ini tak akan menimbulkan masalah. Justru kelebihan dari novel ini adalah pada penggunaan kalimat-kalimat dalam dialognya tersebut. Setiap pembaca dibiarkan seliar mungkin mengimajinasikan tiap dialog-dialog tokoh-tokohnya.
Dulu, jika ingin membaca cerita lucu bin jenaka, pilihan kita selalu jatuh pada Hilman lewat serial Lupus-nya. Selain karena memang kualitas kocaknya paling bagus, saat itu juga tidak ada saingan. Paling ada ya dari komik-komik Jepang dan Korea. Tapi ada perbedaan mendasar yang membedakan membaca komik dan novel.
Ary Risaf Arisandi berhasil membuat genre baru novel kocak setelah Hilman di masa lalu dan Raditya lewat Kambing Jantan dan Cinta Brontosaurusnya di masa kini. Jika Raditya berkisah tentang pengalaman nyatanya yang juga superkonyol, Ary Risaf bercerita tentang tokoh rekaan yang diambil dari pengalaman nyata dirinya dan teman-temannya.
Novel ini bakal menjadi alternative yang paling cocok untuk menghabiskan waktu. Misalnya menunggu dosen yang sok sibuk dengan segala macam urusan di luar kewajibannya mengajar. Atau pas mengisi waktu luang lain. Terserah pas sedang melakukan apa saja. Yang jelas, novel ini sangat pantas untuk dikoleksi dan tentunya juga dibaca.


Category:Books
Genre: Other
Author:Darmadi Darmawangsa
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : Kedua, Januari 2008
Tebal : 366 halaman + XXI
Asal Buku : Dikasih Gramedia Purwokerto

Pengembangan diri telah menjadi topik yang sangat disukai banyak orang di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Tak heran, para praktisinya berharga puluhan juta rupiah untuk sekali tampil dan membagi ilmunya. Sebut saja nama Tung Desem Waringin, James Gwee, Hermawan Kartajaya, Jim DOnovan, Billi Lim atau Brian Tracy. Selain suses memberikan tip dan kiat sukses mengelola bisnis serta menumbuhkan motivasi bagi ribuan orang, mereka juga sukses menjadi penulis dengan jumlah copy mencapai ratusan ribu.
Meski semua orang punya potensi sama dalam hal meraih kesempatan untuk sukses atau menjadi berhasil, namun tak semuanya lantas bisa mencapainya. Hanya orang-orang dengan mind set positif lah yang terbukti bisa keluar sebagai sang juara. Orang-orang yang tak pernah putus asa ketika gagal. Dan orang-orang yang tak jatuh saat ditertawakan, bahkan diejek orang lain.
Buku yang membahas mengenai pengembangan diri sudah tak terhitung banyaknya terbit di Indonesia. Baik yang berasal dari terjemahan, maupun yang merupakan karya cipta anak bangsa. Masing-masing mengunggulkan trik dan tipsnya masing-masing untuk embuat pembacanya bersemangat. Meski begitu, sampai saat ini masih belum ada buku yang memberikan motivasi sekaligus mengajak pembacanya untuk langsung mempraktekkan.
Darmadi Darmawangsa sadar benar akan hal ini. Pengalamannya menulis buku pertamanya, "Fight Like a Tiger and Win like a Champion rupanya menjadi pelecut semangatnya untuk membuat penyempurnaan demi penyempurnaan.
Hal utama yang diperhatikan oleh lulusan Massachusette Institute of Technology ini adalah bagaimana menghadirkan buku yang tak cuma memberikan ilmu, tapi juga memberikan semangat, bahan bakar sekaligus dorongan untuk terus berusaha melakukan aksi. Dan yang tak juga tak dilupakannya adalah gaya penulisan yang mengalir dan enak dibaca.
Untuk mewujudkan keinginannya menghadirkan buku yang tak sekedar berisi ilmu (Book of knowledgement) tapi juga buku tindakan (Book of action), ayah dari Caitlyn Jane Darmawangsa dan Russel Darmawangsa ini melakukan cara-cara cerdik dengan mengajak pembaca untuk mempraktekkan langsung setiap 'pelajaran' yang baru saja di bacanya. Ini membuat para pembaca, mau tidak mau juga mengikuti apa yang diinginkan penulisnya. Mulai dari menuliskan penyebab kegagalan yang selalu kita persalahkan, sampai tip-tip lain yang bertujuan mengintrospeksi diri sekaligus membuat rencana saat itu juga untuk berubah.
Di cover depan bagian dalam, sang penerbit menjanjikan buku ini sebagai buku yang sangat inspiratif sekaligus punya kegunaan yang sangat besar. Buku ini tidak diperuntukkan bagi mereka yang berjiwa lemah, berpikiran kerdil, tanpa tujuan yang jelas, mudah mengeluj, dan hanya mencari jaln termudah untuk meraih kesuksesan. Champion adalah buku yang khusus dibuat bagi mereka yang sangat merindukan pencapaian sukses yang besar. Champion berisi cerita inspirasi, teguran, refleksi diri, cara berpikir serta tindakan tindakn raksasa yang perlu diambil untuk meraih kesuksesan.
Dengan cerdik, Darmadi menyertakan nukilan kata-kata mutiara dari par atokoh terkenal yang sangat inspiratif sekaligus menumbuhkan motifasi. Dan ini terus dilakukannya sejak pelajaran pertama sampai pelajaran ke 101. Dan di setiap akhir pelajarannya itu, dia memberikan sebuah rangkuman yang mengajak pembacanya untuk langsung melakukan sebuah perubahan.
Namun yang perlu diingat disini adalah meskipun Darmadi mengunakan istilah lesson atau pelajaran, namun hubunan yang terbangun antar apenulis dan pembaca sangat cair. Pembaca seoalah adalah partner bahkan sahabat yang sedang bediskusi. Bukan hubungan guru dan murid. Hubungan yang terbangun lewat pemilihan diksi yang cerdas ini lah yang akan membuat pembaca merasa nyaman dan tak merasa digurui. Buntutnya, dia akan dengan senang hati menyelesaikan membaca buku ini.
Bagi orang-orang yang telah lama merindukan buku yang mencerahkan. Bagi orang-orang yang ingin mengubah hidupnya. Dan bagi orang-orang yang mau bertindak, buku ini adalah jawaban sekaligus teman untuk mewujudkan impian-impian. Ini adalah buku yang tak cuma berisi pengetahuan, tapi juga tip dan langkah serta tindakan untuk mewujudkannya.


Photo Albummas Kisdiantoro's photoMar 19, '08 10:29 AM
for everyone
mas toro, ini fotonya udah tek upload. Selamat menikmati yach!

Blog EntryMar 18, '08 11:04 AM
for everyone

Judul Buku : Langit Penuh Daya

Penulis : Dewi Sekar

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Pertama, 2008

Tebal : 360 halaman

Asal Buku : Dikasih Toko Buku Gramedia Purwokerto

 

 

Gajah di pelupuk mata nggak terlihat. Tapi kuman di seberang lautan jelas terlihat. Meski tidak tepat-tepat amat, tapi peribahasa ini lumayan nyangkut juga ke novel Langit Penuh Daya karangan Dewi Sekara ini. Ini adalah novel kelima Sekar setelah  Impian Moira, Zona@Tsunam, Perang Bintang dan Zona@Last.

Novel ini berkisah tentang Princess Dayana atau Daya dan Langit, tetangga rumah sekaligus sahabatnya. Karena mengagungkan persahabatannya dengan Langit, daya mati-matian mengingkari benih-benih cinta yang sebenarnya sudah tumbuh sejak lama pada Langit. Apalagi saat tahu Langit memiih jadian dengan sesosok gadis yang sangat perfect bernama Dian. Rambut panjang sebahu, lemah lembut, keibuan dan sangat penyabar. Daya pun memproklamirkan diri hanya sebagai sahabat dengan Langit.

Namun belakangan cerita berkembang dengan hadirnya sosok Yusa. Kehadiran Yusa inilah yang memicu konflik semua tokohnya. Langit dan Dian putus. Dan Daya ikut kelabakan karena Langit ternyata tak pernah tahu kenapa dirinya diputus oleh Dian. 

Membaca novel ini, kita seperti mengikuti sebuah film layar lebar atau fil FTV di televisi. Maksudnya, sekali baca, lalu selesai. Genre baru yang disebut 'meteropop' rupanya benar-benar berhasil ditonjolkan oleh Dewi Sekar lewat penokohan dan gaya bicaranya.

Sepertihalnya cerita 'ngepop' lainnya, kita juga tidak perlu berpikir terlalu keras untuk memahami kalimat demi kalimat. Bahkan untuk mengetahui endingnya seperti apa sekalipun. Soalnya, dari awal cerita ini memang tidak menghadirkan teka-teki. Pokoknya khas Indonesia banget. Happy Ending pasti jadi akhirnya.

Satu-satunya misteri yang termuat dalam novel ini justru bukan dari ceritanya. Tapi dari pengemasan tata letak nya. Penerbitnya tidak menyertakan daftar isi yang otomatis bisa membuat orang langsung tahu seperti apa endingnya. Alih-alih menuliskan judul tiap bab, sang penerbit dan penulis justru memilih menggunakan angka. Lebih netral dan tak menimbulkan persepsi, apalagi emosi. Poin plusnya, pembaca dituntut untuk terus, dan terus membaca sampai akhir.

Tapi novel ini punya kelebihan yang jarang dimiliki novel-novel lain. Ceritanya renyah seperti keripik singkong. Enak dimakan, dan tahu-tahu sudah habis. Bahkan kadang kita masih perlu untuk menjilati jemari kita, berharap masih ada bumbu yang tersisa.

Hubungan cinta muna (dari kata munafik) yang dijalani sang tokoh utama, Daya dan Langit berlangsung seru. Mereka saling ejek dan saling hina. Uniknya, setiap dialog berlangsung hidup dan tidak kaku.
Persoalannya sepele, tapi dikemas denagn menarik sekaligus renyah.

Penggunaan kata ganti 'aku' pada dua tokoh utamanya membuat pembaca seolah bisa menjadi kedua orang itu. Mampu menyelami kejengkelan, kesenangan sampai penderitaan yang dirasakan kedua orang itu.

Selama mengikuti kisah cinta mereka, mulai dari peristiwa putusnya Langit dan Dian, sampai kemudian nekat ke Semarang untuk memperjuangkan bersatunya kedua orang itu, banyak petuah buat pasangan yang sedang jatuh cinta ataupun patah hati. Tapi meskipun disebut petuah, tidak ada kesan menggurui di dalamnya. Misalnya dihalaman 263 ketika Daya baru saja menghilang seminggu ke rumah kosan Lee. "Orang yang sedang mabuk kepayang kadang suka rancu antara cinta dan nafsu. Apa yang biasa kita sebut cinta lebih seringnya justru nafsu. Padahal hubungan yang didasari nafsu biasanya nggak lenggeng," katanya mengulangi kata-kata tokoh Mba Mia yang jadi teman kos Lee.

Selain itu, meski berbicara mengenai cinta, novel ini juga tetap menyisipkan nilai-nilai agama.

Kisah cinta penuh gengsi ini mirip kisah-kisah cinta yang ada di komik-komik Jepang. Misalnya seperit Ranma dan Akane dalam Ranma 1/2, Inuyasa dangan Kagome dalam Inuyasa, atau Kotaro Sindo dan Mayumi dalam Jurus rahasia Kyokutan, serta Shiro dan Masumi di Legenda Naga. Meski bersahabat, mereka sebenarnya memendam cinta. Ingin selalu melindungi dan tak ingin pasangannya bersedih apalagi terluka. Masing-masing ingin melakukan apa saja asal pasangannya bahagia. Tapi uniknya, mereka tidak pernah mau mengaku cinta.

Sebagai penghibur, buku ini sangat cocok dibaca saat waktu luang. Tidak usah berpikir, ikuti saja ceritanya. Dan kita akan tahu bagaimana hebohnya kedua tokoh di dalamnya saling berbagai masalah sekaligus menyelesaikannya dengan gaya khas anak metropolis.


Blog EntryMar 18, '08 10:51 AM
for everyone

Judul buku : Agar Siapa Saja Mau Melakukan Apa Saja untuk Anda

Penulis : David J Lieberman PhD

Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta

Cetakan : Kelima, Januari 2008

Tebal : 308 halaman


Asal Buku : Dikasih Toko Buku Gramedia Purwokerto

Siapapun pasti ingin menjadi bos, ingin menjadi pemenang dan ingin menjadi sukses. Atau paling ringan, ia ingin dianggap ada dan dihargai. Namun tentu saja tidak semua orang bisa mewujudkan keinginan tersebut. Ada anggapan bahwa sebagian orang terlahir sebagai orang sukses, berpengaruh, dan berwibawa. Karena itu kadang kesuksesan sering dianggap sebagai factor keturunan. Karena anggapan ini, lebih banyak orang yang hidup dalam ketidaksukesan. Sementara hanya sebagian kecil lainnya menjadi sukses karena ketekunan usahanya dan pesona psikologis yang dimilikinya.

Mempraktekan taktik-taktik psikologis untuk ‘menaklukan’ orang lain adalah hal baru yang disebarkan David J Lieberman ke seluruh dunia. Pakar internasional di bidang perilaku manusia ini sudah sangat diakui bidang kepakarannya. Tak heran, dia kerap diminta menjadi pembicara pada acara TV maupun radio di Amerika. Teori-teorinya tentang perilaku manusia telah diaplikasikan oleh pemerintah, perusahaan swasta professional di lebih dari 25 negara.

Melalui buku ini, David J Lieberman ingin membuktikan, bahwa sukses itu bisa digapai oleh siapa saja. Tak peduli itu turunan orang sukses atau gembel sekalipun. Yang terpenting, seseorang harus paham bagaimana dia bersikap pada orang lain. Kunci utamanya adalah bagaimana membuat orang suka dulu dengan kita.

Buku ini disusun dalam empat puluh bab kecil-kecil yang sangat mudah dipahami. Masing-masing mengulas situasi dalam kehidupan nyata. Dan yang terpenting, begitu kita akrab dengan prinsip-prinsip psikologis yang dibuatnya, kita bisa langsung mempraktekkannya kapanpun dan dalam situasi apapun.

David mengawali bab pertama dengan pengetahuan agar kita bias disukai oleh semua orang. Ini sangat penting, karena kesan pertama yang tertangkap dalam sebuah perjumpaan biasanya akan menentukan penilaian seseorang. Entah itu dalam hubungan pribadi maupun bisnis. Penekanan perlunya memberi kesan pada perjumpaan pertama ini akan menentukan langkah-langkah selanjutnya.

Di bab selanjutnya, buku ini memaparkan bagaimana caranya agar kita tidak dimanipulasi, dibohongi atau dimanfaatkan orang. Tes-tes praktis juga dicantumkan buku ini sebagai contoh agar mudah dipahami.

Bab ketiga dan keempat adalah inti dari buku ini. Di kedua bab ini, David memberikan petunjuk-petunjuk dari segi ilmu psikologi, bagaimana cara membuat orang takluk dan mau berbuat sesuai keinginan kita. Bagaimana agar orang yang kita minta melakukan sesuatu dengan senang melakukan keinginan kita dan bagaimana agar kita bisa memenangkan persaingan. Meskipun orang lain juga mempunyai lahan bisnis atau jenis usaha yang sama dengan yang kita lakukan.

Saat membaca pengantarnya, kita mungkin akan berpikir bahwa buku ini mempunyai bobot yang berat karena kandungan ilmu psikologi yang dijadikan penekanan. Namun ketika mengikuti bab demi bab, ternyata anggapan itu tidak berlaku. David berhasil keluar dari jebakan bahasa yang menjemukan dengan memilih kata dan kalimat yang mudah dipahami oleh siapapun.Ilmiah namun tetap populis. Lebih dari itu semua, taktik-taktiknya juga ternyata sangat mudah untuk dipraktekkan. Mulai dari sekedar tersenyum, memandang mata sampa membuat sebuah keputusan yang sangat penting.

Membaca buku ini, kita seperti akan masuk ke sebuah dunia dimana psikologi yang berkuasa. Dengannya, kita bisa mendeteksi kebohongan, mengubah pikiran seseorang dan sekaligus mengendalikan situasi dengan rumus-rumus yang mudah diikuti. Kita juga diajarkan strategi psikologis terlengkap dan termaju untuk menjadikan pikiran sebagai senjata terhebat. Hebatnya lagi, trik-trik ini bisa berlaku universal. Artinya tidak hanya berlaku untuk sebagian orang, dan bagi sebagian lainnya tak berlaku. Tidak. Prinsip-prinsip yang ditulis David ini berlaku menyeluruh. Tak terpenjara oleh ras, budaya, atau bahkan gender.

Bagi para eksekutif, buku ini jelas akan sangat bermanfaat. Karena buku ini mengajarkan cara-cara pendekatan alamiah pada orang lain yang sangat halus tanpa harus menyinggung perasaan. Output berupa kepatuhan dan kesukarelaan untuk melakukan apa yang diinginkan adalah sebuah aspek yang sangat penting bagi kesuksesan usaha. Namun, buku ini juga sangat cocok bagi semua orang. Karena pada prinsipnya, apa yang ditulis David adalah sesuatu yang sudah atau sering dilakukan seseorang. Pada dasarnya, manusia memang makhluk sosial yang butuh untuk terus berhubungan dengan orang lain. Buku ini adalah sesuatu yang sangat tepat untuk mendukung kesuksesan hubungan itu.(*)


Blog EntryMar 18, '08 10:35 AM
for everyone

Gambar diambil dari www.kevinhoffberg.com

Aku sudah jatuh cinta padanya sejak pertama mengenal huruf. Menelusuri setiap huruf dan karakter beruap titik, koma, tanda petik, tanda tanay sampai tanda seru yang tercetak di tiap lembaran-lembarannya membuatku senantiasa bergairah. Saat masih SD, aku kerap dimarahi ortu gara-gara kebanyakan membaca. Mungkin sebenarnya kebiasaanku membacalah yang membuat mereka marah. Ya, aku memang paling seneng membaca sambil tiduran.

 Padahal kebiasaan ini akan membuat daya kontraksi lensa mata bisa berkurang akibat pengaruh grafitasi. Terlalu lama menengadah atau tengkurap akan membuat lensa mata punya kecenderungan untuk memipih saja atau mencembung saja. Karena itulah saat itu ortuku sangat marah ketika tahu mataku mulai sakit dan divonis minus oleh dokter.

Tapi, aku tetap melakukannya. Sampai sekarang. Bagiku, buku adalah cahaya. Ya, cahaya yang menerangi. Menerangi kebutaan akibat ketidaktahuan. Menerangi hati yang gulita dan menerangi otak yang tumpul. Dengan membaca buku, kita bisa tahu banyak sekali hal. Pasti kita ingat kan, bagaimana pusat-pusat peradaban dunia selalu identik dengan perpustakaan?

Babylonia di Irak, Aleksandria di Mesir, Cordoba di Spanyol di masa lalu adalah pusat-pusat peradaban dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dan perpustakaan menjadi satu hal yang sangat penting di kota-kota itu. Bahkan, di Alexandria, konon pengunjung perpusa dalam sehari bisa sampai 40 ribu orang. Kebayang kan betapa besarnya perpustakaanya dan bagaimana banyak koleksinya.

Di dalam buku, berbagai ilmu didokumentasikan. Mulai dari cara mengetahui kepribadian diri sendiri sampai ilmu perbintangan yang jangkauannya jutaan tahun cahaya. Benar ada orang yang bilang, 'Buku adalah Jendela Duni'. Karena dengannya kita bisa melihat seluruh dunia. Tanpa kita harus beranjak dari tempat kita berpijak.  


Blog EntryMar 16, '08 2:51 PM
for everyone

Semesta memulai dirinya dengan sebuah cahaya...

Semua gulita saat cahaya belum dicipta

Ruang maupun waktu tak pernah ada

Hanya hampa...

Tak ada hidup sebelum cahaya

Aku menunggu seberkas cahaya

Agar raga terisi jiwa

 


Photo AlbumThe History of Bandung1Mar 16, '08 12:31 PM
for everyone
mengabadikan diri diantara sisa-sisa jejak kolonialisme dan imperialisme. Sebuah usaha untuk mengingat sejarah

Photo AlbumThe History of BandungMar 16, '08 12:24 PM
for everyone
Libur tanggal 7 Maret lalu aku ke Bandung. Aku menjuluki kota ini sebagai The City of artist. Soalnya, semua orang Bandung menurutku selalu ingin tampil layaknya artis.
Mengunjungi kota tua memang menjadi agendaku selama di kota kembang ini. Tujuannya agar bisa mengingat sejarah (ceile...idelis bener..). Tapi tujuan lainnya, apalagi kalau bukan buat mengabadikan moment. Apalagi pemandangan di kota peninggalan para penjajah Belanda ini (jujur aja ya..) keran banget. Ini aksi narcisku. Yang mo muntah, muntah aja. Aku udah duluan kok.

MusicFeb 20, '07 8:54 AM
for everyone
lagunya enak-enak. nggak bikin budek.

Notekomentar aja
   
saksaketenan wrote on Mar 30, '08
pinjem bukunyaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....
maspaijo wrote on May 4, '07
hiii mas chub-chub